October 24, 2016

Suhu permukaan bumi semakin panas? Temukan penyebabnya disini

Akhir2 ini sering banget ga sih denger isu2 yg membicarakan tentang perubahan iklim, yang katanya lambat laun bakal mengancam keselamatan bumi beserta isinya. Seseraam itu! Kebanyakan dari kita pastinya uda pada tahu dong ya bahwa kian hari bumi kita semakin panas? Tetapi apakah kalian sesungguhnya benar-benar mengetahui penyebab atau dampaknya? Sebenarnya perubahan iklim itu apa sih?

Biar aku jelasin sedikit yah... Perubahan iklim merupakan suatu fenomena terjadinya perubahan terhadap beberapa hal seperti: terjadinya perubahan suhu di permukaan bumi yang drastis, curah hujan, dan prubahan terhadap pola angin yang terjadi secara signifikan dalam periode waktu tertentu. Sebenernya penyebab terjadinya perubahan iklim apa sih? Bisa terjadi karena 2 faktor, yaitu: secara alami dan akibat adanya ulah/ aktivitas manusia. Kalo secara alami bisa bersumber dari adanya peristiwa erupsi, sedangkan akibat aktivitas manusia bisa berasal dari pembakaran sampah yg dilakukan secara terbuka, penggunaan barang berbasis bahan kimia seperti plastik, asap2 kendaraan bermotor, asap2 pabrik, limbah industri, penggunaan barang2 elektronik, spray, dan masih banyak lagi aktivitas2 manusia yg lainnya. Banyak banget yaahh! hahaha klo bsa diskalakan terjadinya perubahan iklim secara alamiah dan aktivitas manusia 1:1000. Jadi, bisa dibilang fenomena perubahan iklim yg terjadi di permukaan bumi ini tanpa disadari sebagian besar bersumber dari aktivitas kita sendiri! Hasil buangan / limbah dari berbagai aktivitas manusia ini biasa disebut dengan Gas Rumah Kaca (GRK), seperti: NO, CO2, Sulfur dioksida (SO2), asam sulfat (H2SO4), klorofluorokarbon (CFC), metana, dll. Meskipun sebenarnya GRK dapat dihasilkan secara alamiah (ex: uap air) tapi jumlahnya tidak sebanding dengan GRK yg dihasilkan akibat aktivitas manusia. Karena gas2 ini tersebar luas keberadaannya di atmosfer, maka terjadilah suatu fenomena perubahan iklim yang bahasa kerennya kita sebut sebagai efek rumah kaca. Efek rumah kaca bisa dikatakan sebagai suatu proses atmosfer menghangatkan planet bumi yang terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di permukaan bumi, namun jika berlebihan justru dapat menimbulkan efek yg sebaliknya karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. Jadi, pengertian efek rumah kaca bukan maksudnya pemanasan global yg diakibatkan karena dibangunnya gedung2 berkaca, melainkan menganalogikan rumah kaca sebagai permukaan bumi. Karena pada realitasnya kaca merupakan benda yang dapat memantulkan cahaya. getoohh
Sumber: EH Denpasar (pembersihan area tanam)
Sumber: EH Denpasar (pembibitan mangrove)
Ada banyak dampak negatif loh yg dapat ditimbulkan dari perubahan iklim! Adanya fenomena ini menimbulkan permasalahan yg serius bagi ekosistem, meningkatkan masalah lingkungan dan tentu pada akhirnya dapat merusak kehidupan mahluk hidup. Fenomena efek rumah kaca menjadikan cuaca sulit untuk diprediksi dan bahkan menjadi lebih ekstrem, baik itu hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem. Selain itu juga menyebabkan semakin tingginya air permukaan laut akibat mencairnya es di kutub yang akan menyebabkan tsunami dan banjir yang lambat laun tidak menutup kemungkinan pulau-pulau di dunia menjadi tenggelam. Salah satu dampak lainnya yg kita rasakan saat ini adalah smakin panasnya suhu permukaan bumi. Sering banget kaan ngeluh kepanasan, tapi heey sebenarnya semua itu karena ulah kita sendiri loh! hahaha
hmmm trus apa dong yang bisa kita lakukan untuk menyikapi kenyaatan ini agar tidak terjadi semakin parah ke depannya? Ada banyak kok! Mulai dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti: mengurangi konsumsi daging, menggunakan kendaraan bermotor seperlunya, membuat instalasi pengolahan limbah (khusus untuk daerah2 industri), membiasakan hidup hemat energi seperti mengurangi penggunaan barang elektronik, dan rutin melakukan penghijauan seperti menanam pohon. Mengapa pohon? Karena pohon dapat bertindak sebagai (1) Produsen (penyedia makanan) bagi mahluk hidup, (2) Menahan terjadinya laju air dan erosi (Akar pohon berfungsi meminimalisasikan terjadinya erosi tanah. Tanah yang terkikis akan masuk ke aliran sungai dan menyebabkan terjadinya endapan), (3) Menjaga kesuburan tanah (bila permukaan tanah banyak ditanami pohon, saat hujan turun,  butir-butir airnya tidak langsung menimpa permukaan, tetapi ditahan oleh daun, ranting, dan batang pohon, sehingga mengurangi daya gerus air terhadap permukaan tanah yg mengandung humus), (4) Menghasilkan oksigen dan mengurangi karbondioksida (Oksigen adalah gas yang diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas. Sementara pohon, memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis yang menghasilkan gas oksigen dan gula. Di saat bersamaan atau saat fotosintesis berlangsung, tanaman menghisap gas karbondioksida, dimana karbondioksida adalah gas yang sangat beracun. Bila berada dalam jumlah yang berlebihan, maka akan menimbulkan efek rumah kaca), (5) Mengurangi zat pencemar udara (Kegiatan pabrik banyak menghasilkan asap tebal yang pekat dan mengandung karbondioksida. Begitu pula, kegiatan pembakaran yang menggunakan bahan bakar minyak. Selain CO2, asap tersebut mengandung SO2 dan H2SO4. Zat-zat tersebut apabila bercampur dengan air hujan akan menghasilkan hujan asam yang membahayakan kesehatan kulit serta menimbulkan korosi. Disinilah peran daun dibutuhkan, karena daun berfungsi dalam menyerap GRK yg tersebar luas di lingkungan).
Ternyata berkebun tidak hanya dapat kita lakukan di daratan lohh, di bawah laut bisa juga kok! Hihi Mau tahu ceritanya? Intip postingan aku selanjutnya yah. Together we share, together we care. Semoga bermanfaat!
Sumber: EH Denpasar (penanaman mangrove)